join now if you want more benefit in your profit

Rabu, 04 Mei 2011

REFLEKSI DIRI PADA FORUM TANYA JAWAB DENGAN P. MARSIGIT


Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.
Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan. Cabang filsafat sangat banyak termasuk diantaranya filsafat pendidikan,  filsafat matematika, filsafat pendidikan matematika,dsb. Seperti yang kita tahu bahwasannya cabang-cabang filsafat termasuk filsafat pendidikan matematika adalah tentang fenomena yang tidak pernah lepas dari ruang dan waktu.  Dalam kajian filsafat tentang ontology,epistimologi, dan aksiologi dapat menjawab apa, bagaimana, kapan, dan siapa suatu fenomena bisa terjadi. Ketika fenomena itu akan berubah maka berkembang paham Heraclitus sedangkan yang beranhgapan bahwa fenomena tetap adalah Permenides. Dalam berfilsafat, ruang dan waktu adalah suatu wadah kita untuk berfilsafat membangun dunia filsafat kita masing-masing sehingga nantinya kita bisa membedakan obyek formal/material sesuai dengan ruang dan waktunya.Dalam filsafat pendidikan matematika khususnya, jika kita dapat menghaegai ruang dan waktu maka kita bisa membedakan dan mennyelami lebih jauh tentang 3 unsur filsafat yang berkaitan dengan dunia pendidikan matematika yaitu ontology,epistemology, dan aksiologi. Dengan modal 3 unsur mendasar tersebut, kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan dunia matematika bahwasannya matematika tidak hanya dituntut untuk mengembangkan logika semata tetapi kita juga butuh intuisi yang diperoleh melalui suatu pengalaman. Dari intuisi itulah kita melakukan perjalanan imajiner untuk mewujiudkan perubahan arah pendidikan matematika menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.
~DEWI ERVIANITA~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar